RAHOT PERCAYA DIRI MEMASUKI BLANTIKA MUSIK POP INDONESIA
MENCARI BENCI
Inginnya ku membencimu Namun rindu enggan berlalu Terlanjur jatuh terlalu jauh aku menyayangimu Inginnya kumelupakan Tapi pedih tak tertahankan Semakin jauh kucoba pergi semakin ku rasa nyeri Lihatlah disini di dinding dada ini masih lekat bayangmu Lihatlah disini di relung hati ini masih putih cintaku Manalah mungkin kumelupakanmu Manalah mungkin Manalah mungkin aku membencimu
TONTON KLIPNYA DISINI
Perjalanan musik pop di Indonesia punya riwayat sejarah
panjang. Di era Revolusi Industri 4.0, musik pop Indonesia begitu modern dan
dinamis. Menggambarkan antusiasme anak-anak muda yang berpikiran terbuka.
Gak berlebihan rasanya kalau menyebut Medan sebagai salah
satu kota dengan muda dan mudi paling berbakat di Indonesia. Pasalnya, banyak
artis Indonesia yang berprestasi asalnya dari ibukota provinsi Sumatera Utara
tersebut lho.
Rahot juga jadi salah satu anak
muda Medan yang juga sangat membanggakan dan berpertasi. Panggung demi
panggung, pengalaman demi pengalaman Rahot dapatkan sehingga semakin meningkatkan
kembali rasa akan musik itu sendiri. Apalagi dengan tipe suaranya yang tinggi
melengking sangat jarang kita jumpai oleh penyanyi pria.
Maka
tidak mengherankan, apabila label 1 Nusa Record menggandeng pria kelahiran Medan
ini, dengan harapan dapat bersaing dengan penyanyi-penyanyi yang sudah lebih
dulu eksis di belantika music pop tanah air.
Rahot
kini hadir dengan single pertama yang berjudul “Mencari Benci”, karya Maestro
Dakka HT. Galung dan Arranger Don Kinol. Lagu ini
menceritakan sebuah cinta yang tak ada pudarnya, meski hati sudah dikecewakan,
bahkan karena terlalu mencintai, untuk dapat melupakannya pun dia harus mencari
sebuah kebencian.
“Ia
berharap single Mencari Benci dapat mempopulerkan namanya di Industri musik
tanah air. Setidaknya, bisa menyamai prestasi penyanyi-penyanyi asal Medan yang
sudah lebih dulu eksis. Semoga lagu ini viral dan menaikan nama Rahot. Amin,”
ucapnya.
Inginnya ku membencimu Namun rindu enggan berlalu Terlanjur jatuh terlalu jauh aku menyayangimu Inginnya kumelupakan Tapi pedih tak tertahankan Semakin jauh kucoba pergi semakin ku rasa nyeri Lihatlah disini di dinding dada ini masih lekat bayangmu Lihatlah disini di relung hati ini masih putih cintaku Manalah mungkin kumelupakanmu Manalah mungkin Manalah mungkin aku membencimu
TONTON KLIPNYA DISINI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar